Langsung ke konten utama

Postingan

Wacan Bocah Kudu Nggenah

Bangsa ngendi wae ora arep duwe impen para mudhane mundur bebudene. Wis makaping-kaping kita diajak ngrembug pentinge “Pendidikan Karakter” kanggo anak turun kita, bangsa Indonesia. Lan wis samestine yen kita sarujuk lan wajib melu nyengkuyung babagan kuwi kaleksanan liwat kabeh jalur sing bisa diterobos (jalur pendidikan informal, formal, uga nonformal). Salah siji cara kang efektif kanggo melu cawe-cawe menehi teladhan karakter pinunjul para mudha bisa katempuh sarana nyedhiyani wacan kang apik, kreatif, lan bisa ditampa konsumen buku wacan kasebut. Buku kang dadi objek ing paparan iki yakuwi seri kumpulan dongeng bocah asesirah “Kura Sugih Reka.” Buku kasebut ora buku anyar gres. Wacan bocah kang kalebu dongeng kasebut diterbitake Yayasan Jawi Adi, Surabaya tahun 2006. Ana lima paraga kang dadi tim penulis buku: Moechtar, Suparto Broto, Aryo Tumoro, Kukuh Setyo Wibowo, lan M. Wijotohardjo. Jeneng-jeneng kang ora asing maneh ing kancah kesastraan tanah Jawa. Kang menehi illustrasi ...

Review : 10 Dongeng Nusantara

  10 Dongeng Nusantara DATA BUKU Judul : 10 Dongeng Nusantara : Cerpen Tradisional Kekayaan Budaya Lokal Nusantara Tahun Terbit : 2013 Penulis : Panca Dewi Purwati  Penerbit : Komunitas Wedangjae Editor : Doni Riadi Embunpagi Tebal Buku : 105 hlmn ISBN : 978-602-97842-2-0 Ukuran : A5 Cover : Softcover Glossy Stock : Masih ada (wa : 081390991444) Buku ini berisi 10 judul dongeng yang tersebar di nusantara, dan ditulis ulang oleh Panca Dewi Purwati, sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar doktor. Di dalamnya juga berisi lembar evaluasi yang dapat digunakan guru Bahasa Indonesia untuk melatih murid usia SMP. Kesepuluh dongeng itu adalah : Sabai nan Aluih Cerita Si Umbut Muda Cerita Sri Rama Kena Pekasih Cerita Awang Sulung merah Muda Hikayat Panji Semirang Si Saudagar Kaya dan Si Miskin Musang Berjanggut Salalatus Salatina : Laksamana Hang Tuah Hikayat Indra Bangsawan (dr)

Undangan Terbuka : Menerbitkan Ide Segar dalam sebuah buku Antologi Esai Guru secara Indie Publishing

(Hari H : 17 Mei 2011) Undangan Terbuka Untuk Guru dan Pemerhati Pendidikan : Menerbitkan Ide-Ide Segarnya dalam sebuah buku Antologi Esai Guru secara Indie Publishing. IGI (Ikatan Guru Indonesia) Semarang mempersembahkan untuk anda, sebuah media pertemuan dan pematangan, dalam bentuk pelatihan terpadu dan berfollow-up, untuk mereka yang telah menulis ataupun baru saja menulis.  Acaranya diberi tajuk :  Guru Menulis, Guru Go Blog, dan Guru Menerbitkan Buku. Pelatihan ini , terbuka bagi siapa saja, khususnya : Bagi anda yang memiliki ide dan pemikiran tentang kondisi pendidikan di Indonesia, dalam bentuk tulisan yang sudah jadi, atau telah pula menuliskannya dalam bentuk artikel/esai atau tulisan kreatif lainnya. Baik di buku harian pribadi, media komunitas, blog pribadi, website, ataupun media massa. Bagi anda yang memiliki ide dan pemikiran, masih  dalam bentuk 'mindmap' atau kerangka atau pokok-pokok pikiran, dalam konteks peningkatan kualitas pendidik...

Resensi : Antologi Puisi "Dialog Tanpa Kata"

Dialog Tanpa Kata DATA BUKU : Judul : Antologi Puisi : Dialog Tanpa kata Penulis : Doni Riadi dan Fina Af'idatussofa Penerbit : Komunitas Wedangjae Ukuran : A5 Tebal : 125 hlm kertas : hvs putih cover : softcover glossy ISBN : 978-602-97842-0-6 Price : Rp. 40.000 Tahun terbit : 2008 (stok : sudah habis!) “Kata adalah … inspirasi ia bisa melahirkan banyak energi untuk menebar rahmah di muka bumi Kata adalah … abadi meski waktu bisa mengubur diri tapi gaungnya tidak akan pernah mati” Prosa di atas saya kutip dari buku Dunia Tanpa Kata, yang ditulis oleh kawan maya saya Doni Riadi dan muridnya Fina Af’idatussofa. Penggalan prosa di atas mengingatkan saya pada nukilan kalimat berikut ini. “ Scripta manent verba volant. Yang tertulis akan tetap tinggal, yang diucapkan lenyap bersama angin.” Itulah kekuatan sebuah tulisan. Tulisan juga bisa mengubah dunia. Tulisan yang baik, dan mencerahkan pembacanya bisa menjadi rahmat bagi semesta pun sebaliknya. ...

Pupuk Organik, Solusi Kelangkaan

Hampir setiap periode musim tanam, permasalahan kelangkaan pupuk anorganik selalu terjadi. Untuk menutup kekurangan pasokan pada musim tanam tahun ini, Pemprov Jateng mengajukan permintaan penambahan alokasi pupuk kepada pemerintah pusat sebesar 75.000 ton, namun yang dikabulkan baru 22.560 ton. Mengapa petani harus tergantung dari pupuk anorganik? Mengapa tidak melirik pemanfaatan pupuk organik? PEMERINTAH seolah tidak berdaya menghadapi permasalahan ini. Para petani pun dihadapkan pada permasalahan krusial. Di satu sisi, mereka membutuhkan pupuk untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka. Tetapi, di sisi lain, mahalnya harga pupuk anorganik menyebabkan biaya produksi makin tinggi. Penggunaan pupuk anorganik dari sisi lingkungan sebenarnya mengundang masalah. Ia bisa menyebabkan rusaknya lahan pertanian, karena terganggunya ekosistem berupa matinya mikroorganisme yang berguna bagi kesuburan tanah secara alami. Tanah menjadi makin kurus dan miskin hara, sementara residu kimia ...