Langsung ke konten utama

Postingan

Resensi : Kapitalis Mengajarkan Dusta

Judul      : Belajar Dusta di Sekolah Kita Penulis   : Sucipto Hadi Purnomo Foto Cover : Siddiq Sumakna Penerbit : Gigih Pustaka Mandiri, Yogyakarta Tahun    : April, 2008 Pancaindera merupakan sebuah nikmat Tuhan yang tak terkira. Melalui pancainderalah kita belajar menyikapi fenomena yang terjadi dalam lingkungan. Begitu pula dengan Sucipto hadi Purnomo. Dia gunakan pancainderanya untuk mengamati carut marut dunia pendidikan Indonesia. Lantas dia ikat hasil pengamatannya tersebut dalam buku ini. Buku ini sengaja disajikan bagi dunia pendidikan Indonesia yang tak jua bangkit dari keterpurukan. Begitu peliknya permasalahan sehingga sulit mengurai satu persatu akar masalah yang ruwet bagaikan benang layang-layang. Melalui buku ini pulalah Sucipto mencoba mengurai akar masalah tersebut. Sadar atau tidak pendidikan Indonesia telah mengalami pergeseran dari cita-cita sebenarnya.Sekolah sebagai tempat formal untuk memanusi...

PKS dan Solusi Partai Islam

KIPRAH Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kian menarik untuk disimak. Ide kepemimpinan kaum muda yang dilontarkan Presiden PKS Tifatul Sembiring menjadi balian diskusi bagi semua kalangan baik elit politik, parpol, pengamat, LSM dan masyarakat bawah. Meski ide danlangkah politik baru sering dilontarkan oleh PKS, namun isu kepemimpinan kaum muda ini menjadi polemik menarik terutama menjelang Pemilu 2009. Apalagi parpol Islam selama ini dianggap masih lemah menawarkan solusi bagi permasalahan bangsa sehingga wacana kepemimpinan muda ini masih dinilai sekadar bargaining politik PKS. Benarkah ? Meski terbilang sebagai parpol baru, PKS harus diakui telah mampu menunjukan jatidirinya sebagai sebuah partai yang memiliki kedewasaan dalam menangani isu-isu politik yang terkait dengan masalah kepemimpinan dan program-program partainya. Bahkan, PKS pun telah membual buku platform partai yang isinyu tentang strategi dan solusi pengelolaan negara jika partai ini diberi amanah kekuasaan...

Reportase "How To Write An Essay" Wedangjae

TERMIN I : KAMMI DAERAH SEMARANG "Mungkin sudah ada bayangan, meski masih blur... Barangkali karena tulisan saya belum dikoreksi. Secara keseluruhan menarik & fun, memotivasi juga. Need any follow up in the future! By the way, say jadi ingat pepatah : 'Don't judge the book from its cover' Subhanallah...semoga ilmu ini bermanfaat" "Workshop Penulisan ini keren banget, karena memperkaya ilmu saya akan tulis menulis. Aku memang bukan seorang yang jago nulis, tapi semoga dengan bimbingan Komunitas Wedangjae bisa meningkatkan kualitas tulisan saya. Mohon bimbingannya ya pak... ^_^ Terima Kasih" Subhanallah... membaca feedback dari para peserta Workshop " How to Write :an Essay " ini begitu mengharukan. Campur aduk. Ada ketertegunan seperti feedback dari inisial 'Ayaa di paling atas, juga dari Ninch_3 di feedback bawahnya yang berpengharapan. Feedback lainnya tak kalah berwarna. Sebagian besar merasa terlecut dan...

Wedangjae Gelar 'How To Write : an Essay'

Komunitas Wedangjae , bekerja sama dengan Center for Indonesia reform (CIR), KAMMI Daerah Semarang , dan Geng Kantin Banget Suara Merdeka, akan menggelar sebuah Workshop Penulisan "How To Write : an Essay", pada : Termin I : * Hari/Tanggal : Ahad/6 Juli 2008 * Jam : 09.00 s.d 12.00 WIB * Tempat : Balai Hiperkes, Jl. Ngesrep Barat, Banyumanik Semarang (Arah Masjid Assalaam) * fasilitator : Tim Wedangjae * Tiket : FREE (Tapi, tempat terbatas bro..^_^) Termin II : * Hari/Tanggal : Ahad/13 Juli 2008 * Jam : 08.00 s.d 12.00 WIB * Tempat : Kantor Redaksi Suara Merdeka, Jl. Kaligawe, Semarang * fasilitator : Tim Kantin Banget * Tiket : FREE juga Peserta yang hendak dituju adalah : Penulis muda, berusia dibawah 22 tahun (SMA dan mahasiswa). Jadi, silahkan ajah gabung jika tertarik....hehe.. Follow up dari Workshop ini adalah,peserta di'wajib'kan berpartisipasi dalam Lomba Menulis Essay Indonesia-Australia yang diselenggarakan oleh CIR., ...

Pelatihan Jurnalistik KAMMI Komsat Teknik UNDIP

“Ayo menulis…”!. Nampaknya, itulah spirit yang hendak disampaikan oleh panitia kepada para kader KAMMI. Sabtu (6/5) dan Ahad pagi (7/5) lalu. Puluhan aktivis KAMMI ,khususnya di lingkungan Komisariat Fakuktas Teknik UNDIP mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar. Pelatihan menulis itu digelar di ruang seminar Perencanaan Wilyah Kota UNDIP, dengan menghadirkan beberapa pembicara. Tiga diantaranya adalah pegiat Komunitas Wedangjae, yaitu : Doni Riadi, Imam Mardjuki dan Agung Setia Bakti. Ketiganya membawakan tema Media Komunitas, Berdakwah Melalui Media, dan Public Relations (Kehumasan). Berikut ini tulisan singkat dari Doni Riadi : Berlatih Menulis Melalui Media Komunitas Menulis adalah pengabadian ide dan pemikiran. Mesti penulisnya telah berkalang tanah, tetapi ide dan kekuatan pemikirannyaa tidak akan ikut terkubur bersama jasadnya. Banyak sudah pemikiran yang jauh lebih menggema setelah kematian para penulisnya. Dan, bagi aktivis kemahasiswaan, menulis adalah s...