Langsung ke konten utama

Postingan

Pelatihan Jurnalistik KAMMI Komsat Teknik UNDIP

“Ayo menulis…”!. Nampaknya, itulah spirit yang hendak disampaikan oleh panitia kepada para kader KAMMI. Sabtu (6/5) dan Ahad pagi (7/5) lalu. Puluhan aktivis KAMMI ,khususnya di lingkungan Komisariat Fakuktas Teknik UNDIP mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar. Pelatihan menulis itu digelar di ruang seminar Perencanaan Wilyah Kota UNDIP, dengan menghadirkan beberapa pembicara. Tiga diantaranya adalah pegiat Komunitas Wedangjae, yaitu : Doni Riadi, Imam Mardjuki dan Agung Setia Bakti. Ketiganya membawakan tema Media Komunitas, Berdakwah Melalui Media, dan Public Relations (Kehumasan). Berikut ini tulisan singkat dari Doni Riadi : Berlatih Menulis Melalui Media Komunitas Menulis adalah pengabadian ide dan pemikiran. Mesti penulisnya telah berkalang tanah, tetapi ide dan kekuatan pemikirannyaa tidak akan ikut terkubur bersama jasadnya. Banyak sudah pemikiran yang jauh lebih menggema setelah kematian para penulisnya. Dan, bagi aktivis kemahasiswaan, menulis adalah s...

Dua tahun Tragedi Pattani

Berikut ini adalah oleh-oleh esai dari Sapto Waluyo saat berkunjung ke Penang, Malaysia (15-16 April) untuk menghadiri seminar tentang nasib muslim Patani, tepatnya di Universitas Sains Malaysia. Delegasi Indonesia lumayan lengkap, ada mahasiswa (KAMMI), Majelis Mujahidin (Irfan Awwas dan Ust. Muhammad Thalib), peneliti ( Imam Nur Azis dari CIR, yang juga pegiat Komunitas Wedangjae ) dan Lukman Age dari Institute Aceh), dan wartawan SAKSI (Suhud), juga TARBAWI (Zairofi). Tanpa publikasi gencar, pemerintahan sementara Thailand di bawah kepemimpinan Pj. PM Chidchai Vanasathidya telah memperpanjang Peraturan Darurat (Emergency Decree) yang diberlakukan bagi tiga Provinsi di wilayah selatan (18/4). Peraturan Darurat itu dikeluarkan pertama kali oleh mantan PM Thaksin Shinawatra pada Juli 2005 setelah rangkaian insiden yang menewaskan sedikitnya 1200 warga Muslimin di Narathiwat, Patani, dan Yala. Peraturan Darurat itu menggantik...

Manajemen Aksi (Demonstrasi)

Oleh : Doni Riadi “Mahasiswa adalah aset umat. Ia bersifat elitis dan eksklusif. Jumlahnya hanya 2 % dari penduduk Indonesia yang  200 juta jiwa. Mahasiswa aktivis lebih elitis lagi, mungkin hanya ada 1 mahasiswa aktivis di antara 10 mahasiswa. Namun, agenda yang mereka perjuangkan sangat populis, dan realistis. Mahasiswa-lah yang bisa membangkitkan semangat perlawanan rakyat terhadap rezim tiran. Mahasiswa-lah yang bisa mengawal reformasi hingga ke titik tujuan. Rakyat menaruh harapan atas kekuatan intelektual dan kekuatan aksi yang mahasiswa miliki. Jadi, pahami dirimu dan sekitarmu, dan mari kita bergerak lagi ! Reformasi belum usai !” Dengan kekuatan intelektual di atas rata-rata masyarakat awam, mahasiswa memiliki kemudahan untuk mengakses berbagai informasi wacana dan peristiwa dalam lingkup lokal hingga internasional. Begitu juga dengan kemudahan akses literatur ilmiah dan gerakan-gerakan pemikiran, yang pada tujuan akhirnya akan menentukan ideologi atau sistem hidup y...

Mengenal Benturan Peradaban : Sebuah Pengantar

Apa perbedaan ideologi dengan peradaban ? Bagaimana pengaruhnya terhadap tatanan global dunia? Dimanakah posisi ideologi dan peradaban dalam gerakan mahasiswa ? Adalah pertanyaan fundamental yang layak dipahami oleh seorang aktivis gerakan mahasiswa muslim. Yang jelas, setelah blok komunis runtuh pada kurun waktu 1980-an, maka perbincangan tentang ideologis dianggap sudah selesai. Para pemikir kemudian kemudian menemukan cara pandang baru yang lebih komprehensif yaitu peradaban. Dalam tataran lokal masional, friksi diantara tiga ideologi besar --nasionalis, agama (Islam), dan komunis—tidak lagi menarik dibicarakan dibanding dengan pembicaraan seputar peradaban barat, Islam, dan konfusian. Tulisan berikut ini bukanlah sebuah analisis orisinil penyusun, tetapi kumpulan tulisan dari beberapa penulis dan pengamat peradaban yang dimuat dimedia massa, baik berupa artikel, resensi, maupun kutipan-kutipan dari esai ilmiah populer. Dengan harapan, dapat digunakan sebagai bahan diskusi yang ...

Menjadi Humas dalam Lembaga Dakwah Kampus (LDK)

"Allah telah mengutus seorang Rasul kepada kami yang kami ketahui nasab, kejujuran, amanah dan kesucian dirinya. Ia menyeru kepada kami untuk mengesakan dan menyembah-Nya dan meninggalkan persembahan kami kepada batu dan patung. Ia menyeru kepad kami agar agar berkata jujur, bertanggungjawab, menjalin ukhuwah, berbuat baik pada tetangga dan melarang kami berbuat maksiat, berdusta, dan mengambil harta anak yatim. Ia jugamenyeru kepada kami untuk menegakkan sholat, berzakat, dan berpuasa dan kami beriman karenanya..." (Kata Ja'far bin Abu Thalib, kepada An-Najasyi Raja Habasyah saat hijrah yang pertama) Tanpa disadari oleh Ja'far, bahwa karena narasinya itulah maka keindahan Islam kemudian masih dapat dinikmati oleh seluruh ummat manusia kelak setelahnya. Dalam cara pandang resume maka peran Ja'far inilah yang mencitrakan seorang Public Relations officer atau Humas Rasulullah dalam melakukan tugasnya, menyampaikan risalah kepada manusia. Definisi Hum...